Blog EntryMANILA (Another story about LOVE)Apr 17, '08 6:39 AM
for everyone

Manila

…hidup memang tidak akan pernah bisa diramalkan…

Manila duduk sendiri di ruangan kantornya yang penuh dengan dekorasi berwarna hitam dan putih, menatap layar computer yang penuh dengan ide – ide gilanya untuk bisa membuat sebuah program acara yang spektakuler. Merasa penat terus berkutat dengan pekerjaannya Manila turun ke lantai 1 untuk sedikit menyegarkan kembali otaknya dengan mengeluarkan sebatang rokok menthol.

Lantai satu Teras kantor

Sambil berkelakar dengan teman-teman kantornya yang memang “gila”, Manila  terus menghisap rokoknya dalam – dalam, pikiran tentang pekerjaan sedikit menghilang diganti tawa tak terkontrol dari Bima, Joe, Lara dan Rasty juga Manila. Sesaat kemudian seorang lelaki bertubuh besar, kulit hitam, hidung mancung dan bibir tipis menghampiri mereka dan menyapa Bima seketika Manila terkesima, dan mengingat – ingat pria tersebut, dan Manila ingat dia adalah teman sekolahnya semasa SMA.

“…ya dia bara, ganteng juga dia sekarang, ngapain dia ama Bima?” Manila berkata dalam hati. Tidak lama Bima mengenalkan Bara pada Joe , Lara, Rasty dan Manila.

Manila?”Tanya Bara keheranan

“Hai Bar….apa kabar?” Manila berkata

“Baik…lo disini sekarang?” Tanya Bara

“Iya….bareng Bima, lo kenal juga ama orang gila ini” Tanya manila sambil tertawa melirik Bima.

Setelah 5 menit bercakap – cakap dengan Bara, Manila kembali ke ruangannya untuk segera menyelesaikan sebuah program acara yang memang harus segera di serahkan pada Bos nya jam 5 sore ini. Terus berkecamuk dengan ide – idenya, Manila sampai tak melihat Bara ada di pintu ruangannya….

“Hei Bara…sori, udah lama di situ?”

“Lumayan…sibuk ya?”

“Ya..deadline euy..”

“oo…gw Cuma mau pamit aja kok”

“mau balik lo?..ya udah ati – ati ya…awas lu di bawa bandel ama si Bima”

Mereka berdua tertawa di iringi omelan Bima yang merasa di ejek terus oleh Manila.

Mobil Bara

“Bim…udah lama lo sekantor ama Manila?” Tanya Bara

“ Udah setaunan ini deh….lo kenal dia dimana Bro?” Bara balik bertanya

“ Manila temen SMA gw….” Jawab Bara

“Kayanya bukan temen sembarang temen SMA nih….jangan – jangan Manila mantan pacar lo lagi? Selidik Bima

“Ga sih…Cuma dulu gw pernah nyatain ama dia gitu Bro” cerita Bara

“Apa????? Lo nyatain ama Manila? Diterima lo?” Tanya Bima penasaran

“Ya gal ah…kalo gw di terima daritadi gw udah bilang Manila mantan pacar gw, bolot lo!Seloroh Bara.

Bima dan Bara melanjutkan percakapan tentang acara musik yang akan mereka buat. Dan tibalah mereka di Café biru untuk bertemu dengan Murti, seorang vokalis wanita yang sedang di gandrungi anak muda sekarang ini,  yang akan di pakainya pada acara musik yang belum ada nama itu. Selesai mengobrol dengan Murti , Bara mengantar Bima pulang.

“Bar..thank you Bro, ketemu rabu ya!”

“Siap Bos…Eh titip salam buat Manila ya Bro!”

“Wah….ngarep nih….” Seru Bima sambil tertawa

SPECTRUM OFFICE

Ga biasanya Manila dating terlambat, tapi pagi ini sudah jam 12 Manila baru datang di kantor. Manila langsung masuk ruangannya dan sudah ada Bima dan Rasty disana, Manila memang satu ruangan dengan Bima Rasty dan Rara, mereka menyebut ruangannya dengan sebutan “Torture Room” karena di ruangan ini mereka tersiksa untuk membuat program-program andalan, karena mereka juga adalah orang – orang unggulan di divisi program.

Manila…kemana aja lo? “ Tanya Bima

“ Iya nih…daritadi kita tungguin juga “ Tambah Rasty

“Ga enak badan gw…” JAwab Manila

“Eh sakit badan lo bakal ilang kalo denger kabar gw”kata Bima

“emang kabar lo segitu ampuhnya?” Tanya Manila

“Mau tau ga?”

“Apaan sih?” Tanya Manila

“Lo dapet salam….”

“dari?”

“LElaki Ganteng bernama Bara” Teriak Bima sambil tertawa

“o ya?? Bara nyalamin gw?” Tanya Manila

“Salam balik deh kalo gitu Bim….eh trus dia bilang apa lagi Bim?”

“dia bilang dulu dia pernah nyatain ama lo tapi di tolak, kasian banget sih lo tolak tu anak, tapi gw yakin lo nyesel sekarang, soalnya Bara banyak yang  suka sekarang, ganteng dia” KAta Bimna

“yee…sapa juga yang nyesel…biasa aja tuh” jelas Manila, padahal dalam hati Manila memang mempunyai sedikit penyesalan kenapa dulu dia menolak Bara, padahal BAra dari dulu emang ganteng, and know how to treat a woman  Cuma dulu yang bikin Manila menolak bara hanya karena dia berumur 2 tahun lebih muda dari Manila, dan Manila ga mau di ketawain temen-temen se gank nya karena pacaran ama anak kecil.

Teras Depan kantor

Sepulang kantor teman – teman kantor Manila seperti biasa berada di teras dan merokok sebelum mereka benar – benar pulang kerumah. Bara datang menjemput Bima. Manila dan Bara terlihat mengobrol sebelum akhirnya Manila pulang di jemput Jack.

“itu lakinya Manila?’ Tanya Bara

“ Yang gw tau sih begitu, mereka nikah muda Bar” jelas Bima

“Manila udah nikah? Kenapa lo ga bilang dari kemarin?” kata BAra

“Ya gw piker lo udah tau, tapi tadi salam lo udah gw sampein” kata Bima

“ah..gila lo!...udah punya laki dia!” kata BAra

“Tapi dia titip salam balik tuh buat lo!” kata Bima

“o ya?...ah tapi tetep aja dia udah ada yang punya” kata bara

“yo’i…forget it man…we still got plenty of woman to catch up” seloroh Bima

Mobil Manila-Jack

Lagu – lagu Lisa ekdahl kesukaan Manila mengalun di mobil, sambil bernyanyi nyanyi Manila mengajak ngobrol Jack

“so jack what you doin today?” Tanya Manila

“it just an ordinary day for me” jawab Jack sambil terus menulis SMS

Manila kembali bernyanyi, sambil menatap jalanan yang memang agak macet sore ini, mungkin karena besok long weekend. Dan memang setiap long weekend kota Bandung selalu di banjiri mobil2 luar kota yang siap menyerbu setiap pusat perbelanjaan di kota kembang ini.

Handphone Jack berbunyi

“ hei sob….yes, tonight? Bisa banget sip jam 10 gw cabut dari rumah ok?” kata jack

“ mau kemana?” Tanya Manila

“itu si oki mau ada bisnis katanya, jadi nanti jam 10 aku pergi ya?” kata jack

“hhmm ok” Jawab Manila, Padahal Manila ingin berdua jack di rumah setelah satu minggu ini mereka sibuk karena pekerjaan.

Rumah Jack – Manila

Sesampai di rumah, Jack langsung mandi sedangkan Manila langsung menyalan Tv dan menonton acara kesayangannya American Idol. Dulu Manila sangat ingin menjadi seorang penyanyi, tapi keinginan itu sepertinya pupus di tengah jalan, dari bernyanyi solo sampai menjadi vokalis sebauh Band sudah pernah di jalani Manila, menelurkan 2 buah single yang sempat di rilis pun pernah di rasakan Manila, tapi sepertinya menyanyi memang bukan jalan yang sudah disediakan Tuhan untuk Manila. Belum lagi ijin dari Jack yang agak susah di dapatkan ketika kegiatan bernyanyi sedang di lakukan Manila. JAdi Manila lebih memilih menghapus cita-citanya menjadi penyanyi, padahal Manila punya suara yang unik.

Jack selesai mandi dan langsung pamit pada Manila

“Jack pulangnya jangan kemaleman ya…aku takut sendirian nih…ya?” bujuk Manila

“Ya aku ga janji ya, soalnya kan gat au kita bakalan ngobrolnya ampe berapa lama” kata Jack

“Aku pergi ya Manila” Jack Pamit

Manila meneruskan menonton Tv dan saat ini Three Wishes ulangan yang sedang menyedot perhatian Manila. Three Wishes adalah sebuah acara yang mengabulkan 3 permintaan dari 3 orang yang berbeda, yang pertama adalah seorang anak kecil dengan kurdi roda karena mengalami gangguan pada otaknya tetapi dia punya harapan dan cita – cita ingin membangun sebuah perpustakaan kota karena dia mempunyai ratusan buku di rumahnya yang sudah dia baca, yang kedua adalah seorang pembawa handuk dan minum di lapangan Rugby sebuah sekolah di Amerika, anak ini sangat mencintai Rugby tapi dia tidak bisa bermain karena kelemahan fisiknya, dan dia mempunya harapan untuk bisa menjadi seorang pelatih dan bisa membuat tim nya bangga, sedangkan yang ketiga adalah seorang ibu dari satu anak dan juga guru vocal yang tiba-tiba pada satu pagi kehilangan pendengarannya, harapannya adalah bisa mendengar kembali, karena dia ingin kembali bisa mendengarkan suaran anaknya yang baru 2 tahun dan suara murid2 choirnya.

Manila menangis sepanjang Three Wishes, Manila memang seorang yang perasa, gampang menangis tapi bukan cengeng, dia hanya gampang tersentuh oleh hal – hal yang sentimental.

Jam 12 Malam sudah lewat tapi Jack masih juga belum pulang, Manila menahan kantuknya karena dia ingin menunggu Jack pulang, sampai akhirnya Manila tertidur di depan televisi.Jam 5 pagi Manila terbangun.

‘where is jack” Tanya manila dalam hati

Manila meraih ponselnya dan menelpon jack tapi tidak di angkat. Berulang kali Manila mencoba untuk menelpon tapi tetap tidak ada jawaban. Akhirnya Manila memutuskan untuk kembali tidur walaupun hatinya tidak tenang.

Jam 7 pagi Manila kembali bangun, dan mendapati Jack masih dengan pakaian semalam di sofa di dekat Manila tidur, Manila melepaskan sepatu jack dan mencium Jack, seketika itu juga tercium bau alcohol yang menyengat. Manila sedih karena jack kembali menenggak alcohol, padahal Jack sudah janji pada dirinya untuk berhenti minum.

Manila mandi dan menyiapkan makanan untuknya dan juga untuk Jack. Jam 12 siang Jack bangun dan langsung mandi. Selesai mandi mereka berdua duduk di meja makan .

“Where have you been Jack?” Tanya Manila

“Ke Yodium bareng oki dan anak-anak” jelas Jack

“Sampe jam berapa?” Tanya Manila

“Jam 5..” jawab Jack

‘Ga mungkin aku jam 5 bangun dan kamu ga ada” desak Manila

“ ya jam 5 lebih mungkin ya…” elak Jack

“ You drink last night?” Tanya Manila

“sedikit…” JAwab jack

“ you promise me…” kata Manila

“ alah Cuma dikit juga!” jawab jack sambil sedikit kesal

Kringgg

Telpon rumah berbunyi dan Manila yang menjawabnya.

“hallo..”

“Jack ada Manila?”

“Ini siapa?”

“Dandi…Manila

‘ooo bentar ya Dandi”

“Jack…it’s for you”

Jack dan Dandi bercakap di telpon cukup lama dan sambil menunggu Manila mengambil laptop hitamnya dan segera main game kesukaannya Chocolatier 2. Rencananya hari ini Manila ingin mengajak Jack untuk pergi ke daerah Lembang dan makan di sana, katanya ada tempat makan baru di sana, mumpung hari minggu. Terdengar Jack menyudahi pembicaraannya di telpon dengan Dandi, Manila segera menghampiri Jack untuk mengatakan niatnya mengajak Jack ke LEmbang..Tapi belum sempat Manila mengungkapkan keinginannya….

Manila…at 3 o’clock aku pergi ama dandi ya? Mau liat pameran motor2 klasik ok?” kata Jack

“Can I come?” Tanya Manila

“yah ga usah deh…ini kan laki semua” jelas Jack

‘Tadinya kan aku mau ngajak kamu makan di lembang jack” jelas Manila

“aduuhh ntar aja deh ya…kan masih ada minggu depan, ok sayang?” kata Jack

Akhirnya Jack pergi dan sebelum pergi dia menyuruh Manila untuk menelpon temannya untuk menemani Manila di rumah atau jalan – jalan keluar, karena sebelum Jack pergi Manila masih merajuk untuk ikut. Manila mencoba menghubungi salah seorang teman lamanya Navo yang akhir2 ini memang sering berhubungan dengan Manila

“hai Nav, lagi ngapain lo?” Tanya Manila

“ga ngapa-ngapain sih…kenapa la? Tanya Navo

“Jalan yu…bosen nih di rumah sendirian mulu dari kemarin” kata Manila

“sendirian mulu, laki lo mana?” Tanya Navo

‘ dari kemarin dia sibuk mulu ama temen2nya” JElas Manila

“ih kebiasaan ya laki lo…nyuekin istrinya” kata Navo

“tapi ka nada lo NAv yang ga nyuekin gw…yu..yu pergi yu” bujuk Manila

“yee emang gw laki lo! Ya udah lo jemput gw aja ke rumah ya! Tapi gw permit dulu ama laki gw ya!” kata Navo

Manila segera meluncur ke rumah Navo, disana Manila bertemu suami Navo, Brian dan 2 anak mereka Kala dan Jangga. Setelah pamit pada mereka , Manila dan Navo segera meluncur ke Paris Van Java satu tempat yang paling rame saat ini di kota bandung, karena suasananya yang berbeda dan menyenangkan. Di sana ada satu tempat makan favorit mereka Café Halaman.

Café Halaman

Sesampai di café halaman mereka langsung memesan makanan, biasanya Manila dan Navo akan memesan makanan yang berbeda supaya mereka bisa saling menukar makanan mereka dan saling mencicipi. Dan malam itu Manila memesan Sop Buntut Bakar sedangkan Navo memesan Chicken Cordon Bleu. Sambil menunggu pesanan datang Manila mengeluarkan sebungkus rokok mentholnya dan mengambil untuk segera di hisap, Manila selalu merasa setiap kekesalan dan kekecewaannya bisa tenggelam ketika dia mengeluarkan asap rokok dari mulutnya. Maka dari itu Manila tidak pernah bisa lepas dari rokok menthol kesayangannya. Ketika Navo dan Manila bercakap – cakap, dari kejauhan terlihat sosok besar dan lucu, dan Manila segera yakin bahwa itu adalah Bima. Dan memang benar itu Bima….

“wweeesss ada 2 cewe cantik neh….” Seru Bima

“eehhh ada beruang madu neh…”timpal Navo

“yah..beruang madu…udah lama ga ke kantor lo NAv, kemana aja?’ Tanya bima pada Navo

“ yah gw kan punya laki punya anak masa gw nongkrongin kantor lu mulu, lagian si Manila nya juga udah lama ga minta jemput” jelas Navo

Manila memang sering meminta jemput Nav, kalo jack ga bisa jemput atau pas ga bawa mobil. Makanya Navo deket dengan teman – teman kantor Manila. Obrolan mereka pun semakin seru, mulai membicarakan orang – orang kantor sampai lagu – lagu yang sedang di bawakan oleh La luna yang saat itu sedang main di Café Halaman. Kebetulan Manik vokali La luna teman Manila, begitu Manik tau ada Manila, Manik langsung  mendaulat Manila untuk ikut bernyanyi bersamanya di stage. Manila dengan senang hati menyanyikan penggalan kisah lama bersama Manik, dan personil La luna lainnya Boyan dan uti. Ketika Manila kembali ke meja, ternyata Bara sudah ada di sana bersama Navo dan Bima.

“eh ada Bara…kapan datang kok ga keliatan?” Tanya Manila

“cciiee yang baru jadi penyanyi..ampe ga ngeliat aku datang” ejek bara

“dih gitu banget sih…”kata Manila sambil tertawa

“eh kenalin ini Navo, temen gw” kata Manila

“wah navo sih udah gw kenal dari dulu..sebenernya gw kenal lakinya si brian” kata Bara

Sepanjang sore itu jadilah mereka berempat, Manila, Navo, Bima dan Bara menghabiskan sore yang dingin karena gerimis mengguyur Bandung sepanjang hari ini. Jam 7 pas mereka meninggalkan café halaman dan menuju tempat mainan anak karena Navo janji pada kedua anaknya untuk membelikan mainan. KEtika menuju tempat parkir, Bara membuka jaketnya dan menutupi kepala Manila agar tehindar dari hujan.  Di tempat parker itu lah mereka berpisah, Manila dan Navo, Bima bersama Bara.

“Hati – hati ya Manila….”kata Bara

“ya..you too guys…bye” kata Manila

Mobil Manila

Colbie Caillat dengan lagunya Bubbly terdengar mengalun di mobil Manila, sambil bernyanyi Manila merasa perasaannya sama seperti lagu Bubbly ini

I've been awake for a while now
you've got me feelin like a child now
cause every time i see your bubbly face
i get the tinglies in a silly place

It starts in my toes
makes me crinkle my nose
where ever it goes i always know
that you make me smile
please stay for a while now
just take your time
where ever you go

The rain is fallin on my window pane
but we are hidin in a safer place
under the covers stayin dry and warm
you give me feelins that i adore

 It starts in my toes
makes me crinkle my nose
where ever it goes
i always know
that you make me smile
please stay for a while now
just take your time
where ever you go

What am i gonna say
when you make me feel this way
I just........mmmmmmmmmmm

It starts in my toes
makes me crinkle my nose
where ever it goes
i always know
that you make me smile
please stay for a while now
just take your time
where ever you go

 I’ve been asleep for a while now
You tucked me in just like a child now
Cause every time you hold me in your arms
Im comfortable enough to feel your warmth

It starts in my soul
And I lose all control
When you kiss my nose
The feelin shows
Cause you make me smile
Baby just take your time
Holdin me tight

Where ever, where ever, where ever you go
Where ever, where ever, where ever you go

Selesai mendengarkan lagu colbie caillat Manila kembali melanjutkan obrolannya dengan Navo

“Nav..gw kok ngerasa seneng ya ketemu Bara?” Tanya Manila

“wah..jangan – jangan lo punya perasaan nih ama Bara, dia cowo yang lo tolak waktu SMA kan?” Tanya Navo

“Iya…dan gw sekarang malah ngerasa nyesel pernah nolak dia” jelas Manila

“hah?...why?” Tanya Navo

“sepanjang tadi kita ngobrol Nav, gw perhatiin Bara, dari obrolannya dari perlakuannya dia ga rubah Nav….dia tetep laki – laki yang know how to treats a woman, sopan dan gentle.” JElas Manila

“lo udah tau dari dulu dia begitu, kenapa lo tolak?”Tanya Navo

“iya ya…am so stupid” sesal Manila

Mobil berhenti di depan rumah Navo, ada Brian di luar yang sedang cuci mobil.

“Cuci mobil kok malem2 gini bri?” Tanya Manila

“Ya ada waktunya sekarang….so kalian dari mana aja?” Tanya Brian

“Di café halaman, eh disana kita ketemu Bara lho…” JElas Navo

“Bara? Bara yang item , tinggi, gede itu ?” Tanya Brian

“Iya, Bara, temen kamu kuliah, dan ternyata Bara dulu naksir Manila “ JElas Navo

“O ya?  Jadi tadi ketemu mantan pengagum donk?” Tanya brian sambil colek colek Manila bercanda.

“ihh apa sih ?” Manila menjawab sambil malu malu

“eh tapi ya dulu tuh si BAra emang disukain ama banyak cewe, soalnya orang nya supel dan kata mantan cewenya sih dia itu gentle, itu yang susah di dapet katanya, itu kata cewe2 dulu di kampus ku ya.” Jelas Brian

“wah makin ada yang makin nyesel neh” canda Navo

“aduuh apaan sih ni…udah deh ah…mending gw balik aja dari pada di sepetin mulu” kata Manila

“yeee ngerasa..” kata NAvo

“udah ah…gw balik ya…thank you ya Nav, thanks juga brian udah ngebolehin istri lo nemenin gw yang kesepian”…kata Manila

“iya…jangan sering – sering aja ya..”jelas Brian sambil tertawa.

“bye..”

Di dalam mobil Manila masih teringat dengan apa yang di bicarakan dan sikap Bara padanya. Setiap beradu mata dengan Bara, Manila merasa ada sesuatu disana, sesuatu yang selama ini dia cari. Dari setiap perkataan Bara, banyak sekali yang menyentuh perasaan Manila dan semakin Manila mengingat percakapan tadi sore di Café Halaman, semakin Manila merasa menyesal pernah menolak Bara hanya karena Bara lebih  muda darinya dan karena takut jadi omongan orang. Manila jadi merasa bodoh kenapa dulu malu menerima lelaki yang begitu baiknya, begitu perhatian padanya, hanya karena umur, toh sekarang pun Manila menikah dengan Jack yang 5 tahun lebih tua , ternyata sikap kekanak kanakannya masih sangat kentara, malah kalo boleh di bandingkan, Bara lebih dewasa dari Jack.

“oh God kenapa gw jadi banding – bandingin Jack ama Bara?..no..no..no…it can’t be! “ Cegah Manila pada dirinya sendiri.

Rasanya Manila ingin kembali mengulang masa itu. Ketika Manila SMA dan satu tim basket bersama Bara. Kembali ketika saat itu Bara menyatakan cintanya di lorong depan ruang tata usaha. Seandainya bisa kembali pada waktu itu, Manila pasti tidak akan menyia nyiakan Bara.

Rumah Jack - Manila

Sesampainya di rumah, Manila mencari Jack, tapi sepertinya  Jack belum pulang, Manila menelpon Jack, tapi ternyata Jack masih bersama Dandi dan teman – teman lainnya di Yodium dan katanya baru jam 12 malam pulang ke rumah. Padahal Manila ingin ada Jack disini, menemaninya menonton TV, minum teh atau mungkin main monopoli berdua seperti yang sering mereka lakukan berdua ketika pacaran dulu. Tapi Manila sudah pada tahap pasrah, karena selama 7 tahun bersama Jack , Manila sudah sering sekali mengingatkan Jack untuk lebih perhatian padanya, pernah pada satu hari mereka berantem hebat, karena ketika Manila tabrakan, Jack susah sekali di hubungi, sampai2 yang mengurus segala keperluan adalah Navo dan Brian, baru keesokan harinya Jack muncul ke rumah sakit setelah dia cek SMS yang navo kirim tadi malam. Yang lebih menyakitkan Manila adalah ketika tabrakan Jack bersama teman2nya di sebuah diskotik minum2 dan bersenang – senang, dari sana lah Manila meminta Jack untuk berjanji tidak keluar malam dan minum2 lagi, tapi hal itu hanya di kerjakan hitungan bulan saja oleh Jack. Setelah itu Jack kembali pada kebiasaan lamanya. Sebenarnya Manila sudah sangat lelah menghadapi Jack yang tidak pernah bisa meninggalkan teman – temannya dan lebih mementingkan hobi. Saat ini Manila kesepian, merasa tidak ada orang yang ada ketika dia membutuhkan, apalagi ketika Manila ingat kedua orang tuanya yang baru saja meninggal, disaat Manila butuh sebuah pelukan, butuh kata – kata yang menenangkan, butuh seseorang yang mendampinginya ketika dia sedih, Manila merasa Jack tidak pernah ada di moment – moment penting dirinya.Untuk Jack hobi dan teman selalu jadi prioritas.

Manila menunggu Jack datang, dia menangis sampai tertidur.

  ......to be continue......

akuluka wrote on Apr 21
.......
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help