Manila
…hidup memang tidak akan pernah bisa diramalkan…
Manila duduk sendiri di ruangan kantornya yang penuh dengan dekorasi berwarna hitam dan putih, menatap layar computer yang penuh dengan ide – ide gilanya untuk bisa membuat sebuah program acara yang spektakuler. Merasa penat terus berkutat dengan pekerjaannya Manila turun ke lantai 1 untuk sedikit menyegarkan kembali otaknya dengan mengeluarkan sebatang rokok menthol.
Lantai satu Teras kantor
Sambil berkelakar dengan teman-teman kantornya yang memang “gila”, Manila terus menghisap rokoknya dalam – dalam, pikiran tentang pekerjaan sedikit menghilang diganti tawa tak terkontrol dari Bima, Joe, Lara dan Rasty juga Manila. Sesaat kemudian seorang lelaki bertubuh besar, kulit hitam, hidung mancung dan bibir tipis menghampiri mereka dan menyapa Bima seketika Manila terkesima, dan mengingat – ingat pria tersebut, dan Manila ingat dia adalah teman sekolahnya semasa SMA.
“…ya dia bara, ganteng juga dia sekarang, ngapain dia ama Bima?” Manila berkata dalam hati. Tidak lama Bima mengenalkan Bara pada Joe , Lara, Rasty dan Manila.
“Manila?”Tanya Bara keheranan
“Hai Bar….apa kabar?” Manila berkata
“Baik…lo disini sekarang?” Tanya Bara
“Iya….bareng Bima, lo kenal juga ama orang gila ini” Tanya manila sambil tertawa melirik Bima.
Setelah 5 menit bercakap – cakap dengan Bara, Manila kembali ke ruangannya untuk segera menyelesaikan sebuah program acara yang memang harus segera di serahkan pada Bos nya jam 5 sore ini. Terus berkecamuk dengan ide – idenya, Manila sampai tak melihat Bara ada di pintu ruangannya….
“Hei Bara…sori, udah lama di situ?”
“Lumayan…sibuk ya?”
“Ya..deadline euy..”
“oo…gw Cuma mau pamit aja kok”
“mau balik lo?..ya udah ati – ati ya…awas lu di bawa bandel ama si Bima”
Mereka berdua tertawa di iringi omelan Bima yang merasa di ejek terus oleh Manila.
Mobil Bara
“Bim…udah lama lo sekantor ama Manila?” Tanya Bara
“ Udah setaunan ini deh….lo kenal dia dimana Bro?” Bara balik bertanya
“ Manila temen SMA gw….” Jawab Bara
“Kayanya bukan temen sembarang temen SMA nih….jangan – jangan Manila mantan pacar lo lagi? Selidik Bima
“Ga sih…Cuma dulu gw pernah nyatain ama dia gitu Bro” cerita Bara
“Apa????? Lo nyatain ama Manila? Diterima lo?” Tanya Bima penasaran
“Ya gal ah…kalo gw di terima daritadi gw udah bilang Manila mantan pacar gw, bolot lo!Seloroh Bara.
Bima dan Bara melanjutkan percakapan tentang acara musik yang akan mereka buat. Dan tibalah mereka di Café biru untuk bertemu dengan Murti, seorang vokalis wanita yang sedang di gandrungi anak muda sekarang ini, yang akan di pakainya pada acara musik yang belum ada nama itu. Selesai mengobrol dengan Murti , Bara mengantar Bima pulang.
“Bar..thank you Bro, ketemu rabu ya!”
“Siap Bos…Eh titip salam buat Manila ya Bro!”
“Wah….ngarep nih….” Seru Bima sambil tertawa
SPECTRUM OFFICE
Ga biasanya Manila dating terlambat, tapi pagi ini sudah jam 12 Manila baru datang di kantor. Manila langsung masuk ruangannya dan sudah ada Bima dan Rasty disana, Manila memang satu ruangan dengan Bima Rasty dan Rara, mereka menyebut ruangannya dengan sebutan “Torture Room” karena di ruangan ini mereka tersiksa untuk membuat program-program andalan, karena mereka juga adalah orang – orang unggulan di divisi program.
“Manila…kemana aja lo? “ Tanya Bima
“ Iya nih…daritadi kita tungguin juga “ Tambah Rasty
“Ga enak badan gw…” JAwab Manila
“Eh sakit badan lo bakal ilang kalo denger kabar gw”kata Bima
“emang kabar lo segitu ampuhnya?” Tanya Manila
“Mau tau ga?”
“Apaan sih?” Tanya Manila
“Lo dapet salam….”
“dari?”
“LElaki Ganteng bernama Bara” Teriak Bima sambil tertawa
“o ya?? Bara nyalamin gw?” Tanya Manila
“Salam balik deh kalo gitu Bim….eh trus dia bilang apa lagi Bim?”
“dia bilang dulu dia pernah nyatain ama lo tapi di tolak, kasian banget sih lo tolak tu anak, tapi gw yakin lo nyesel sekarang, soalnya Bara banyak yang suka sekarang, ganteng dia” KAta Bimna
“yee…sapa juga yang nyesel…biasa aja tuh” jelas Manila, padahal dalam hati Manila memang mempunyai sedikit penyesalan kenapa dulu dia menolak Bara, padahal BAra dari dulu emang ganteng, and know how to treat a woman Cuma dulu yang bikin Manila menolak bara hanya karena dia berumur 2 tahun lebih muda dari Manila, dan Manila ga mau di ketawain temen-temen se gank nya karena pacaran ama anak kecil.
Teras Depan kantor
Sepulang kantor teman – teman kantor Manila seperti biasa berada di teras dan merokok sebelum mereka benar – benar pulang kerumah. Bara datang menjemput Bima. Manila dan Bara terlihat mengobrol sebelum akhirnya Manila pulang di jemput Jack.
“itu lakinya Manila?’ Tanya Bara
“ Yang gw tau sih begitu, mereka nikah muda Bar” jelas Bima
“Manila udah nikah? Kenapa lo ga bilang dari kemarin?” kata BAra
“Ya gw piker lo udah tau, tapi tadi salam lo udah gw sampein” kata Bima
“ah..gila lo!...udah punya laki dia!” kata BAra
“Tapi dia titip salam balik tuh buat lo!” kata Bima
“o ya?...ah tapi tetep aja dia udah ada yang punya” kata bara
“yo’i…forget it man…we still got plenty of woman to catch up” seloroh Bima
Mobil Manila-Jack
Lagu – lagu Lisa ekdahl kesukaan Manila mengalun di mobil, sambil bernyanyi nyanyi Manila mengajak ngobrol Jack
“so jack what you doin today?” Tanya Manila
“it just an ordinary day for me” jawab Jack sambil terus menulis SMS
Manila kembali bernyanyi, sambil menatap jalanan yang memang agak macet sore ini, mungkin karena besok long weekend. Dan memang setiap long weekend kota Bandung selalu di banjiri mobil2 luar kota yang siap menyerbu setiap pusat perbelanjaan di kota kembang ini.
Handphone Jack berbunyi
“ hei sob….yes, tonight? Bisa banget sip jam 10 gw cabut dari rumah ok?” kata jack
“ mau kemana?” Tanya Manila
“itu si oki mau ada bisnis katanya, jadi nanti jam 10 aku pergi ya?” kata jack
“hhmm ok” Jawab Manila, Padahal Manila ingin berdua jack di rumah setelah satu minggu ini mereka sibuk karena pekerjaan.
Rumah Jack – Manila
Sesampai di rumah, Jack langsung mandi sedangkan Manila langsung menyalan Tv dan menonton acara kesayangannya American Idol. Dulu Manila sangat ingin menjadi seorang penyanyi, tapi keinginan itu sepertinya pupus di tengah jalan, dari bernyanyi solo sampai menjadi vokalis sebauh Band sudah pernah di jalani Manila, menelurkan 2 buah single yang sempat di rilis pun pernah di rasakan Manila, tapi sepertinya menyanyi memang bukan jalan yang sudah disediakan Tuhan untuk Manila. Belum lagi ijin dari Jack yang agak susah di dapatkan ketika kegiatan bernyanyi sedang di lakukan Manila. JAdi Manila lebih memilih menghapus cita-citanya menjadi penyanyi, padahal Manila punya suara yang unik.
Jack selesai mandi dan langsung pamit pada Manila
“Jack pulangnya jangan kemaleman ya…aku takut sendirian nih…ya?” bujuk Manila
“Ya aku ga janji ya, soalnya kan gat au kita bakalan ngobrolnya ampe berapa lama” kata Jack
“Aku pergi ya Manila” Jack Pamit
Manila meneruskan menonton Tv dan saat ini Three Wishes ulangan yang sedang menyedot perhatian Manila. Three Wishes adalah sebuah acara yang mengabulkan 3 permintaan dari 3 orang yang berbeda, yang pertama adalah seorang anak kecil dengan kurdi roda karena mengalami gangguan pada otaknya tetapi dia punya harapan dan cita – cita ingin membangun sebuah perpustakaan kota karena dia mempunyai ratusan buku di rumahnya yang sudah dia baca, yang kedua adalah seorang pembawa handuk dan minum di lapangan Rugby sebuah sekolah di Amerika, anak ini sangat mencintai Rugby tapi dia tidak bisa bermain karena kelemahan fisiknya, dan dia mempunya harapan untuk bisa menjadi seorang pelatih dan bisa membuat tim nya bangga, sedangkan yang ketiga adalah seorang ibu dari satu anak dan juga guru vocal yang tiba-tiba pada satu pagi kehilangan pendengarannya, harapannya adalah bisa mendengar kembali, karena dia ingin kembali bisa mendengarkan suaran anaknya yang baru 2 tahun dan suara murid2 choirnya.
Manila menangis sepanjang Three Wishes, Manila memang seorang yang perasa, gampang menangis tapi bukan cengeng, dia hanya gampang tersentuh oleh hal – hal yang sentimental.
Jam 12 Malam sudah lewat tapi Jack masih juga belum pulang, Manila menahan kantuknya karena dia ingin menunggu Jack pulang, sampai akhirnya Manila tertidur di depan televisi.Jam 5 pagi Manila terbangun.
‘where is jack” Tanya manila dalam hati
Manila meraih ponselnya dan menelpon jack tapi tidak di angkat. Berulang kali Manila mencoba untuk menelpon tapi tetap tidak ada jawaban. Akhirnya Manila memutuskan untuk kembali tidur walaupun hatinya tidak tenang.
Jam 7 pagi Manila kembali bangun, dan mendapati Jack masih dengan pakaian semalam di sofa di dekat Manila tidur, Manila melepaskan sepatu jack dan mencium Jack, seketika itu juga tercium bau alcohol yang menyengat. Manila sedih karena jack kembali menenggak alcohol, padahal Jack sudah janji pada dirinya untuk berhenti minum.
Manila mandi dan menyiapkan makanan untuknya dan juga untuk Jack. Jam 12 siang Jack bangun dan langsung mandi. Selesai mandi mereka berdua duduk di meja makan .
“Where have you been Jack?” Tanya Manila
“Ke Yodium bareng oki dan anak-anak” jelas Jack
“Sampe jam berapa?” Tanya Manila
“Jam 5..” jawab Jack
‘Ga mungkin aku jam 5 bangun dan kamu ga ada” desak Manila
“ ya jam 5 lebih mungkin ya…” elak Jack
“ You drink last night?” Tanya Manila
“sedikit…” JAwab jack
“ you promise me…” kata Manila
“ alah Cuma dikit juga!” jawab jack sambil sedikit kesal
Kringgg
Telpon rumah berbunyi dan Manila yang menjawabnya.
“hallo..”
“Jack ada Manila?”
“Ini siapa?”
“Dandi…Manila”
‘ooo bentar ya Dandi”
“Jack…it’s for you”
Jack dan Dandi bercakap di telpon cukup lama dan sambil menunggu Manila mengambil laptop hitamnya dan segera main game kesukaannya Chocolatier 2. Rencananya hari ini Manila ingin mengajak Jack untuk pergi ke daerah Lembang dan makan di sana, katanya ada tempat makan baru di sana, mumpung hari minggu. Terdengar Jack menyudahi pembicaraannya di telpon dengan Dandi, Manila segera menghampiri Jack untuk mengatakan niatnya mengajak Jack ke LEmbang..Tapi belum sempat Manila mengungkapkan keinginannya….
“Manila…at 3 o’clock aku pergi ama dandi ya? Mau liat pameran motor2 klasik ok?” kata Jack
“Can I come?” Tanya Manila
“yah ga usah deh…ini kan laki semua” jelas Jack
‘Tadinya kan aku mau ngajak kamu makan di lembang jack” jelas Manila
“aduuhh ntar aja deh ya…kan masih ada minggu depan, ok sayang?” kata Jack
Akhirnya Jack pergi dan sebelum pergi dia menyuruh Manila untuk menelpon temannya untuk menemani Manila di rumah atau jalan – jalan keluar, karena sebelum Jack pergi Manila masih merajuk untuk ikut. Manila mencoba menghubungi salah seorang teman lamanya Navo yang akhir2 ini memang sering berhubungan dengan Manila
“hai Nav, lagi ngapain lo?” Tanya Manila
“ga ngapa-ngapain sih…kenapa la? Tanya Navo
“Jalan yu…bosen nih di rumah sendirian mulu dari kemarin” kata Manila
“sendirian mulu, laki lo mana?” Tanya Navo
‘ dari kemarin dia sibuk mulu ama temen2nya” JElas Manila
“ih kebiasaan ya laki lo…nyuekin istrinya” kata Navo
“tapi ka nada lo NAv yang ga nyuekin gw…yu..yu pergi yu” bujuk Manila
“yee emang gw laki lo! Ya udah lo jemput gw aja ke rumah ya! Tapi gw permit dulu ama laki gw ya!” kata Navo
Manila segera meluncur ke rumah Navo, disana Manila bertemu suami Navo, Brian dan 2 anak mereka Kala dan Jangga. Setelah pamit pada mereka , Manila dan Navo segera meluncur ke Paris Van Java satu tempat yang paling rame saat ini di kota bandung, karena suasananya yang berbeda dan menyenangkan. Di sana ada satu tempat makan favorit mereka Café Halaman.
Café Halaman
Sesampai di café halaman mereka langsung memesan makanan, biasanya Manila dan Navo akan memesan makanan yang berbeda supaya mereka bisa saling menukar makanan mereka dan saling mencicipi. Dan malam itu Manila memesan Sop Buntut Bakar sedangkan Navo memesan Chicken Cordon Bleu. Sambil menunggu pesanan datang Manila mengeluarkan sebungkus rokok mentholnya dan mengambil untuk segera di hisap, Manila selalu merasa setiap kekesalan dan kekecewaannya bisa tenggelam ketika dia mengeluarkan asap rokok dari mulutnya. Maka dari itu Manila tidak pernah bisa lepas dari rokok menthol kesayangannya. Ketika Navo dan Manila bercakap – cakap, dari kejauhan terlihat sosok besar dan lucu, dan Manila segera yakin bahwa itu adalah Bima. Dan memang benar itu Bima….
“wweeesss ada 2 cewe cantik neh….” Seru Bima
“eehhh ada beruang madu neh…”timpal Navo
“yah..beruang madu…udah lama ga ke kantor lo NAv, kemana aja?’ Tanya bima pada Navo
“ yah gw kan punya laki punya anak masa gw nongkrongin kantor lu mulu, lagian si Manila nya juga udah lama ga minta jemput” jelas Navo
Manila memang sering meminta jemput Nav, kalo jack ga bisa jemput atau pas ga bawa mobil. Makanya Navo deket dengan teman – teman kantor Manila. Obrolan mereka pun semakin seru, mulai membicarakan orang – orang kantor sampai lagu – lagu yang sedang di bawakan oleh La luna yang saat itu sedang main di Café Halaman. Kebetulan Manik vokali La luna teman Manila, begitu Manik tau ada Manila, Manik langsung mendaulat